hayat.mansur

Just another WordPress.com weblog

Seandainya Habibie dan Prabowo Blogger

Posted by hayat mansur on October 6, 2006

“I am a blogger.” Kata Wimar Witoelar, mantan juru bicara Presiden Gus Dur, dalam blog pribadinya (weblog) Perspektif Online. Pernyataan tersebut semestinya juga diucapkan mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie dan mantan Pangkostrad Letjend (Purn) Prabowo Subianto yang sedang berpolemik dan membingungkan masyarakat mengenai isu kudeta pada 1998.

Lewat buku Detik-detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, Habibie membeberkan drama politik setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998. Pengakuan paling menarik adalah mengenai alasannya dan proses pencopotan Prabowo dari Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Prabowo dicopot setelah Habibie menerima informasi adanya gerakan pasukan yang mencurigakan di luar koordinasi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Jenderal Wiranto ke sekitar Istana dan kediaman Habibie di Kuningan, Jakarta. Isu kudeta pun muncul.

Prabowo langsung membantah melalui pers. Perang pernyataan di media pun tak terelakkan diantara keduanya dan menyeret orang penting lainnya seperti Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoedin yang ketika itu Panglima Komando Daerah Militer Jakarta Raya (Kodam Jaya). Menurut Sjafrie, tuduhan kudeta militer itu muncul karena disinformasi elit. 

Kendati demikian masyarakat masih penasaran mengenai drama politik 1998 tersebut. Benarkah isu kudeta tersebut? Bagaimana kronologi sebenarnya? 

Selama ini masyarakat hanya mendapatkan penjelasan dari masing-masing tokoh penting peristiwa tersebut lewat media massa. Namun akibat adanya keterbatasan ruang dan waktu di media massa membuat informasi yang didapat masyarakat tidak terperinci. Tidak kronologis secara utuh versi Habibie maupun Prabowo.  

Lewat Weblog

Ada satu cara termurah dan tercepat untuk mengungkapkan secara utuh kronologi suatu kejadian, pengalaman, dan pemikiran kepada publik yaitu melalui weblog.

Sedikit informasi, weblog adalah situs pribadi dan pemiliknya disebut blogger. Weblog sarana untuk mengungkapkan sudut pandang blogger kepada orang lain untuk dilihat, dimengerti, dan ditanggapi. Siapa saja dapat memasuki weblog seseorang dan membaca apa yang telah ditulis, melihat foto yang dipasang, serta multimedia dengan browser internet.

Pada masa lalu weblog memang terlihat sebagai media informal dan lebih kepada catatan harian. Tapi kini weblog telah berkembang pesat menjadi media yang serius dan dikelola profesional. Internasional Association of Online Communicators – IAOC menyatakan 85% dari webblog kini ditulis oleh profesional blogger.           

Lihat saja banyak kaum profesional dan orang penting di dunia yang memiliki weblog. Dari petinggi perusahaan raksasa sampai raja. Malah blog Raja Kamboja Norodom Sihanouk disajikan dalam tiga bahasa. 

Di Indonesia, beberapa orang penting telah juga menuangkan pengalaman dan pemikirannya lewat weblog. Weblog menjadi sarana komunikasi publik mereka. Selain Wimar, beberapa orang penting Indonesia yang juga mempunyai webblog antara lain Hidayat Nur Wahid, Juwono Sudarsono, Sarwono Kusumaatmadja, dan Yusuf Asyari. 

Namun sayang, Habibie dan Prabowo masih belum termasuk kalangan tadi. Padahal jika keduanya telah menjadi blogger, polemik isu kudeta pada 1998 tentu dapat dijelaskan secara rinci menurut versi masing-masing kepada publik lewat weblog.

Prabowo memang dapat memberikan penjelasan rinci lewat buku demikian juga Habibie dapat menerbitkan buku lagi, namun media virtual ini mempunyai kelebihan lain. Selain lebih cepat, adanya fasilitas kolom komentar di weblog menjadi sarana interaksi antara blogger dengan para pembacanya di dalam dan luar negeri, bahkan kerap menjadi ajang diskusi antarpembaca weblog.

Tak perlu ragu mengenai pembacanya. Sangat banyak orang yang setiap hari melihat weblog. Buktinya, weblog milik pimpinan puncak General Motors Amerika Bob Lutz dilaporkan memiliki enam ribu pengunjung setiap harinya. Sedangkan blog milik CEO Sun Microsystems Jonathan Schwartz diklik lima puluh ribu pengunjung setiap bulannya. Adapun blog Wimar Witoelar dilaporkan dikunjungi 12 ribu lebih setiap pekannya.

Jadi alangkah baiknya Habibie, Prabowo, juga pejabat dan mantan pejabat memiliki weblog. Mereka bisa membeberkan kesaksian atau menjelaskan kebijakan yang pernah dilakukan kepada publik secara rinci. Makin banyak orang penting yang terbuka, makin jelas sejarah politik kita, dan sejarahwan pun dapat menuliskan dari dua sisi pelaku. Pada akhirnya, ini tentu saja bagus bagi perkembangan demokrasi kita. 

Seandainya Habibie dan Prabowo seorang blogger tentu polemik diantara keduanya kini tidak akan membuat bingung publik.

Advertisements

9 Responses to “Seandainya Habibie dan Prabowo Blogger”

  1. SW said

    orang ga percaya komunikasi, mana percaya blog.

    eh ga juga. HBB kan paling senang ngomong. cocok bgt punya blog.

  2. cl said

    wah, berarti nanti HBB punya 4 pc dong (dulu dia bilang punya 3)
    jadi
    PC 1: buat ngetik
    PC 2: buat Email
    PC 3: Buat browsing
    PC 4: buat NgeBLOG

    HEHEHEHEHHEE

  3. Hayat Mansur said

    Waduh, saya baru tahu kalo HBB punya 3 PC untuk dirinya sendiri. Tapi percuma juga yach punya banyak kalo tidak memaksimalkan pemakaiannya. Jadi ingat pepatah, Man behind the gun.

  4. bunga ajeng said

    bolehh tuhh…ayo dong pak prabowo..bikin aja log-nya..Biar masyarakat tahu bahwa bapak was only a scapegoat..a.k.a kambing hitam..you have to recover ur image widely,i just can’t stand listening and seeing what public says about u..give it a try..peace

  5. maro said

    power to the blog !

  6. Dia akan langsung bikin perusahaan semacam Google atau WordPress dengan skala lebih besar, dengan alasan Indonesia harus menguasai teknologi. Mungkin setelah gagal bisnis pesawat, dia bakal bergairah bisnis teknologi komputer.

    Nah, aku sebagai bloger akan meninggalkan komentar di blognya, berupa pertanyaan : kenapa sih dulu itu maksain banget bikin pesawat, padahal pak HBB kan hanya ahli metalurgi. Kenape kagak bikin pacul aja bos, pan petani kita masih butuh banyak?

  7. Artha said

    benerrrrr
    Prabowo itu cuma dijadikan scapegoat dan blackgoat.
    Apakah seorang militer boleh ngambil keputusan sendiri? Kenapa yang merintah dia enggak dipersoalkan? Kalau Prabowo katanya menculik, kenapa yang diculik sekarang malah gabung ke dia, ada apa ini?

  8. karangsati said

    ah, pak robert manurung anda tuh belom kenal pak hbb udah ngehakimi, cari tau dulu baru hbb itu siapa baru komentar. jangan sampai orang menertawakan komentar anda. nggak ada ceritanya hbb maksain bikin pesawat. yang ada dulu ketika sedang meniti karir di jerman (kalo nggak salah wakil presiden dan direktur teknologi mbb gmbh hambur dan munchen) hbb dipanggil presiden suharto buat mengumpulkan insinyur indonesia dijerman supaya bisa berkarya di indonesia.

    karna dia keahliannya bidang konstruksi pesawat, ya industri itulah yg difasilitasi presiden suharto. kenyataannya banyak ilmuwan indonesia yg nggak mau balik karna jaminan fasilitas di jerman lebih baik dari yg diberikan di indonesia. perlu diketahui hbb itu ahli aeronautika bidang disain dan kontruksi pesawat pemegang 46 penemuan yang telah dipatenkan dibidang aeronautika, bukan ahli metalurgi seperti yg anda sebut… komentar sinis namun konyol tentang hbb hanya akan membuat orang tertawa geli…

    sayang orang indonesia banyak yg tidak menghargai peneliti dan ilmuwannya, nggak heran para ilmuwan indonesia banyak yg enggan pulang ke tanah air, karna nggak diberi ruang untuk mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya…

  9. Numpang menyimak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: